Sabtu, 02 Mei 2009

Learning Revolution

Selama ini anak-anak bangsa dibodohi oleh sistem pendidikan yang justru akan membuat mereka kelihatan bodoh saat mereka menyelesaikan masa studinya. Dengan bermodalkan hapalan dimana ada orang-orang yang memiliki kemampuan ingatan terbatas oleh waktu. Anak-anak kita seringkali tidak diajarkan untuk mengerti akan sesuatu. Pintar atau bodoh diuji dari kemampuan anak mengingat pelajaran yang sudah diberikan. Bukan pengertian anak akan bahasan tersebut.

Yang lebih parah lagi masa 3 tahun belajar disekolah ditentukan oleh 3 hari Ujian Nasional saja. Seandainya memang cuma itu jadi tolok ukur kenapa kita harus habiskan 3 tahun.. Cukup 1 tahun saja latihan soal-soal tersebut lalu ambil ujian, pasti akan lulus juga.

ironis bukan di saat kalian sekolah dasar tidak diijinkan mengerjakan matematik menggunakan kalkulator, sekali lagi berdasarkan ingatan!
Kita juga tidak pernah diijinkan untuk ujian open book saat ujian, padahal saat kita bekerja, justru akan sangat bangga kalo di ruangan kerja kita terdapat banyak buku sebagai referensi untuk menghadapi kasus2 yang terjadi di kantor.. Tapi sekali lagi di universitas itu dilarang, di sekolah itu dilarang.. Yang bodoh itu universitasnya, ato sistem yang salah yang telah membodohi kita..

Guru-guru / dosen memiliki peranan besar dalam memberikan nilai, apabila ada anak didiknya yang tidak disukai maka akan diberi nilai sedikit, tetapi seandainya itu anak didik yang dia sukai atau dianggap penurut dan tidak pernah berbuat onar atau menyulitkan dia maka nilainya sangat tinggi.
Juga seringkali situasi ini dijadikan sarana mencari duit. Seperti yang terjadi dengan saat saya kuliah dulu, apabila ada murid dengan kemampuan terbatas dibidang pelajaran yang dia ajar, maka dia minta siswa itu kursus / ikut les pelajaran dia. Bisa dipastikan minimum nilainya B. Tetapi bagi yang tidak kursus nilainya bisa C ato bahkan D.

Biaya kuliah ato biaya pendidikan yang akhir2 ini marak diperbincangkan karena sangat tinggi membuat rakyat indonesia yang dari golongan menengah kebawah seperti bermimpi yang terlalu tinggi saja untuk bisa merasakan pendidikan.

Saat saya berada di President University baru saya menyadari bahwa ternyata kemampuan seseorang dalam bahasa inggris membuat perbedaan yang sangat signifikan dalam mencari kerja dan penghasilan yang diterima.
Tanpa kemampuan berbahasa inggris paling gaji yang diterima antara 1.5jt - 2jt rupiah. Tetapi akan jauh berbeda bila pelamar kerja mampu berbahasa inggris, gaji yang diterima bisa sekitar 3jt-4jt rupiah..
Bahasa inggris yang saat ini adalah bukan sesuatu hal yang baru ternyata tidak banyak orang yang menguasai. Padahal rata-rata setiap sekolah memberikan pelajaran bahasa inggris. Anda terkejut??

Well apakah anda masih mau belajar dengan sistem yang salah?? Keputusan ada di tangan anda.. Salah memilih universitas tidak akan pernah bisa diperbaiki, harganya terlalu mahal untuk dibayar, waktu, uang, usia, rasa malu, dll. Banyak orang rela mengulang pernikahan yang gagal, bahkan merasa bangga bila pernah menikah lebih dari 1 kali. Tetapi hampir tidak ada orang yang mau mengulang masa kuliahnya apabila salah memilih jurusan..

Keputusan penting dalam hidupmu harus kamu buat saat ini juga.. Apabila anda butuh konsultasi dan bantuan dalam memilih universitas, jangan ragu untuk hubungi kami. Sukses untuk anda.

Its time for "LEARNING REVOLUTION"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar